Minggu, 01 Juli 2012

Tokoh Filsafat Islam (AL-Farabi)


                    AL-Farabi


1.    Riwayat Hidup Singkat

                Nama lengkapnya adalah Abu Nashr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Auzalagh. Lahir pada 870 M di desa Wasij, bagian dari Farab, yang termasuk bagian dari wilayah Mā Warā`a al-Nahr (Transoxiana) sekarang berada di wilayah Uzbekistan. Al-Farabi meninggal di Damaskus, ibukota Suriah pada umur sekitar 80 tahun, tepatnya pada 950 M. Di negeri Barat, al-Farabi dikenal dengan nama Avennaser atau Alfarabius. Ayahnya berasal dari Persia (Suriah) yang pernah menjabat sebagai panglima perang Turki. Sedang ibunya berasal dari Turki.
                Al-Farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang ulung di dunia Islam. Meskipun kemungkinan besar ia tidak bisa berbahasa Yunani, ia mengenal para filusuf Yunani seperti Plato, Aristoteles, dan Plotinus dengan baik. AL-Farabi dikenal dengan sebutan “guru kedua” setelah Aristoteles, karena kemampuanya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam Ilmu Filsafat. Kemungkinan lain adalah AL-Farabi  seorang Syia’ah Imamiyah (syi’ah Imamiyah adalah salah satu aliran dalam islam dimana yang menjadi dasar aqidah mereka adalah soal imam) yang bersal dari Turki.
               Pada akhir tahun 942, ia pindah ke Damaskus karena situasi politik Bagdad yang memburuk. Dia sempat tinggal di sana selama dua tahun dimana waktunya siang hari digunakan untuk bekerja sebagai penjaga kebun dan malam hari dihabiskan untuk membaca dan menulis karya-karya filsafat. Dengan alasan yang sama, ia pindah ke Mesir untuk pada akhirnya kembali lagi ke Damaskus pada tahun 949. Selama masa tinggal di Damaskus yang kedua ini al-Farabi mendapat perlindungan dari putra mahkota penguasa baru Siria, Saif al-Daulah (w. 967). Dalam perjumpaan pertamanya, Saif al-Daulah sangat terkesan dengan al-Farabi karena kemampuannya dalam bidang filsafat, bakat musiknya serta penguasaannya atas berbagai bahasa. Kehidupan sufi asketik yang dijalaninya membuatnya ia tetap berkehidupan sederhana dengan pikiran dan waktu yang tetap tercurah untuk karir filsafatnya. Sebelum dia tenggelam dalam karir filsafatnya, terlebih dahulu dia menjadi seorang qadhi. Setelah melepaskan jabatan qadhinya, al-Farabi kemudian berangkat ke Merv untuk mendalami logika Aristotelian dan filsafat. Guru utama al-Farabi adalah Yuhanna ibn Hailan.
               Al-Farabi berkenalan dengan pemikiran-pemikiran dari para ahli Filsafat Yunani seperti Plato dan Aristoteles dan mencoba mengkombinasikan pemikiran-pemikiran Yunani kuno dengan pemikiran Islam untuk menciptakan sebuah Negara pemerintahan yang ideal.



2.    Karya-karyanya

1.       Tahsilu As-Sa’adat (Mencari kebahagiaan/mewujudkan kebahagiaan).

Kebahagiaan tujuan hiidup manusia yang tidak dapat dipungkiri semua mahluk hidup tanpa terkecuali manusia yang mempunyai peranan penting dalam memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Kebahagiaan yang dituju oleh filsafat dan moral dibuktikan dengan teori dan praktik serta diusahakan manusia melalui studi dan tingkah lakunya. Al Farabi maengatakan:
“Kebahagiaan adalah jika jiwa manusia menjadi sempurna didalam wujud dimana ia tidak membutuhkan dalam eksitensinya kepada suatu materi. Jiwa yang sempurna dengan adanya ketentraman yang ada di dalamnya kebutuhan-kebutuhan itu terpenuhi secara personal dalam hal material dan spiritual, kebahagiaan tidak bisa diukur dengan apapun dan siapapun, apa dan siapa dititik beratkan pada kebutuhan masing-masing  manusia itu sendiri. Untuk memperoleh kebahagiaan memiliki cara yang berbeda dalam mencapainnya, Al-Farabi tidak cukup hanya dengan studi teoritis saja, melainkan juga terjun lansung berjuang agar dapat merasakan kebahagiaan. 
Dengan demikian untuk mencapai kebahagian yang sesunngguhnya tidaklah semua orang dapat meraihnya. Karena kebahagiaan itu tidak dapat dicapai kecuali oleh jiwa-jiwa yang bbersih dan suci yang mampu menembus tabir-tabir gaib dan naik ke alam cahaya dan keindahan.

2.      Fususu Al Taram(Hakikat kebenaran).

Al-Farabi bukanlah merupakan tasawuf spiritualsemata yang hanya berlandaskan sikap menerangi jism dan menjauhkan dari segala kelezatan guna mensucikan jiwa dan meningkat menuju derajat-derajat kesempurnaan, tetapi tasawufnya adalah tasawuf yang berdasarkan pada studi.

3.      As Syiayah(Ilmu politik).

Dalam pembahasan ini As-Syiiasyah berasal dari kata sasa.  Kata ini dalam kamus lisanul Arab  berarti mengatur, mengurus dan memerintah. Syiasyah bisa juga berarti pemerintahan dan politiik, atau membuat kebijaksanaan.

Al-Farabi berpendapat ilmu politik adalah ilmu yang meneliti berbagai  bentuk tindakan, cara, hidup, watak, disposisi positif dan ahlak. Suatu tindakan, cara hidup sebagai kemantapan. Ada dua macam problem politik:
1.      Pemerintah atas dasar penegakkan terhadap tindakan-tindakan yang sadar, cara hidup, disposisi positif.
2.      Pemerintah atas dasar penegakkan terhadap tindakan-tindakan dan watak-watak dalam rangka mencapai sesuatu yang diperkirakan mendapat suatu kebahagiaan.

4.       Fi Ma’ani Al Aqli.(tentang akal).
            bahwa akal, menurut Al-Farabi, ada tiga jenis. Pertama Allah sebagai akal maksudnya Pencipta dan Esa  semutlak-mutlaknya, maha sempurna dan tidak mengandung pluralitas. Yang kedua, yakni akal-akal sebagai emanasi, akal yang pertama esa pada dzatnya, tetapi dalam dirinya mengandung pada dirinya mengandung keanekaan potensial, ia diciptakan oleh Allah sebagai akal,  maka objek ta’aqul-Nya (juga akal-akal lainnya) tidaklah lagi satu tetapi sudah dua: Allah sebagi wajib al wujud dan dirinya sebagai al-mu’min al-wujud.

5.      Al Ta’liqat.

Menurut Ibnu Sina tujuan pendidikan adalah untuk mencapai kebahagiaan (sa’adat) kebahagian dicapai secara bertingkat, sesuai dengan tingkat pendidikan yang dikemukakannya, yaitu kebahagiaan pribadi, kebahagiaan rumah tangga, kebahagiaan masyarakat, kebahagian manusia secara menyeluruh dan kebahagian akhir adalah kebahagian manusia di hari akhirat. Kebahagian manusia secara menyeluruh menurut Ibnu Sina hanya akan mungkin dicapai melalui risalah kenabian.

6.      Al-Jami’u  baina Ra’yai Al-Hakimain Afaalatoni Al-Habiy wa Aristho-thails atau disebut jugaRekonsisliasi Al-Farabi(penggabungan pendapat antara Plato dan Aristoteles.

Pemikiran filsafat yang bertolak belakang itu dapat disatukan oleh pemikiran rekonsiliasi, Al-Farabi berkeyakinan bahwa aliran filsafat yang bermacam-macam itu hakikatnya hanya satu, yakni sama-sama mencari kebenaran yang satu, karena tujuan filsafat ialah pemikirankebenaran sedangkan kebenaran itu hanya satu. Dengan pemikiran filsafat rekonsiliasi Al-Farabi yang menitik beratkan tujuan apa yang dicari, untuk apa yang dicari tipislah perbedaan, memang pada dasarnya perbedaan itu soal biasa karena dengan perbedaan manusia diperkaya dengan ilmu pengetahuan tetapi jangan perbedaan itu dijadikan munculnya permasalahan baru dan perpecahan diantara manusia yang mempunyai kepentingan dengan masalah itu.
Cara Al-Farabi menyatukan kedua filosof Plato dan Aristoteles ialah dengan memajukan pemikiran masing-masing filosof yang cocok dengan pemikirannya sebagai seperti dalam membicarakan ide yang menjadikan bahan polemik antara plato dan Aristoteles.



3.    Pemikiran
A.   Politik
Menurut Al-Farabi manusia merupakan warga negara yang merupakan salah satu syarat terbentuknya negara. Oleh karena manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain, maka manusia menjalin hubungan-hubungan (asosiasi). Lalu dalam proses yang panjang, dan pada akhirnya terbentuklah suatu Negara menurut Al-Farabi, Negara atau kota merupakan suatu kesatuan masyaraka yang paling mandiri dan paling mampu memenuhi kebutuhan hidup, yaitu: sandang, pangan, papan dan keamanan serta mampu mengatur ketertiban masyarakat. Suatu Negara yang warganya sudah mandiri dan bertujuan untuk mencapai kebahagiaan yang nyata, yitu adalah Negara Utama.
Negara Utama dianalogikan seperti tubuh manusia yang sehat dan utama, karena secara       alami, pengaturan organ-organ dalam tubuh manusia bersifat hierarkis dan sempurna.. Ada tiga klasifikasi utama:
1.      Jantung
2.      Otak
3.      Organ
Dengan prinsip yang sama, seorang pemimpin negara merupakan bagian yang paling penting dan paling sempurna di dalam suatu negara. Menurut Al Farabi, pemimpin adalah seorang yang disebutnya sebagai filsuf yang berkarakter Nabi yakni orang yang mempunyai kemampuan fisik dan jiwa (rasionalitas dan spiritualitas)
Disebutkan adanya pemimpin generasi pertama dengan segala kesempurnaannya (Imam) dan karena sangat sulit untuk ditemukan (keberadaannya) maka generasi kedua atau generasi selanjutnya sudah cukup, yang disebut sebagai (Ra’is) atau pemimpin golongan kedua. Selanjutnya al-Farabi mengingatkan bahwa walaupun kualitas lainnya sudah terpenuhi , namun kalau kualitas seorang filsufnya tidak terpenuhi atau tidak ambil bagian dalam suatu pemerintahan, maka Negara Utama tersebut bagai “kerajaan tanpa seorang Raja”. Oleh karena itu, Negara dapat berada diambang kehancuran.
Mengenai kepemimpinan. Al-Farabi mengkategorikan orang menjadi tiga pemimpin tertinggi, orang yang memimpin dan dipimpin, dan orang yang sepenuhnya dipimpin. Dan kota utama dipimpin oleh seorang pemimpin tertinggi. Pemimpin macam itu adalah orang yang , jauh hanya dapat dimiliki oleh seseorang dengan tingkatan Nabi.


B.   Kenabian
Dalam islam ada yang namanya malaikat, dan dalam istilah filosof malaikat itu adalah “akal kesepuluh”. Filosof-filosof menurutnya mengetahui hakikat-hakikat karena dapat berkomunikasi dengan akal sepuluh. Begitupun nabi atau Rosul demikian pula dapat menerima wahyu karena mempunyai kesanggupan untuk mengadakan komunikasi dengan akal sepuluh. Namun, dalam kedudukan menurut Al-Farabi Nabi dan Rosul itu lebih tinggi kedudukanya daripada filosof di karenakan Nabi dan Rosul itu memiliki kemampuan komunikasi dengan akal sepuluh terjadi karena atas pilihan atau pemberian Tuhan. Sedangkan filosof dapat mengadakan komunikasi itu atas usaha sendiri yaitu dengan latihan (riyadloh dalam tasawuf).
Al-Farabi mengatakan, pengetahuan filsafat yang dimiliki filosof dan wahyu yang diterima Nabi tidak saling bertentangan karena pengetahuannya diperoleh dari sumber yang sama yaitu akal sepuluh.

C.   Tuhan
Menurut Al-Farabi, Tuhan itu memiliki sifat Maha Satu, tidak berubah, jauh dari materi, jauh dari pengertian banyak, maha sempurna dan tidak memerlukan kepada apapun dan siapapun. Menurut beliau alam materi yang banyak ini terjadi dengan cara emanasi ataupancaran yakni Tuhan sebagai wujud pertama dengan mengalami tahap-tahap pemancaranitu, dimana setiap tahap pemancaran terjadilah suatu alam materi tertentu, demikian seterusnya sehingga sempurnalah kejadian alam materi. Al Farabi memberi 3 istilah yang disandarkan pada Tuhan:

1. al-'Aql (akal) >> sebagai zat atau hakikat dari akal-akal
2. al-'Aqil (yang berakal) >> sebagai subyek lahirnya akal-akal
3. al-Ma'qul (yang menjadi sasaran akal) >> sebagai obyek yang dituju oleh akal-akal
Sistematika teori emanasi al-Farabi adalah sebagai berikut:
1. Tuhan sebagai al-'Aql dan sekaligus Wujud I. Tuhan sebagai al-'Aql (WUjud I) ini berpikir tentang diri-Nya sehingga melahirkan Wujud II yang substansinya adalah Akal I --> al-Sama' al-Awwal (langit pertama)
2. Wujud II berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud III yang substansinya Akal II --> al-Kawakib (bintang-bintang)
3. Wujud III berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud IV yang substansinya Akal III --> Saturnus
4. Wujud IV berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud V yang substansinya Akal IV --> Jupiter
5. Wujud V berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud VI yang sunstansinya Akal V --> Mars
6. Wujud VI berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud VII yang substansinya Akal VI --> Matahari
7. Wujud VII berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud VIII yang substansinya Akal VII --> Venus
8. Wujud VIII berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud IX yang substansinya Akal VIII --> Mercury
9. Wujud IX berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud X yang substansinya Akal IX --> Bulan
10. Wujud X berpikir tentang Wujud I sehingga melahirkan Wujud XI yang substansinya Akal X --> Bumi, ruh, materi pertama (Hyle) yang menjadi dasar terbentuknya bumi: api, udara, air, dan tanah. Akal X ini disebut juga al-'aql al-fa'al (akal aktif) yang biasa disebut Jibril yang berperan sebagai wahib al-suwar (pemberi bentuk, form).
D.   Jiwa
Menurutnya, jiwa berasal dari pancaran Akal X (Jibril). Hubungan antara jiwa dan jasad hanya bersifat accident ('ardhiyyah), artinya ketika fisik binasa jiwa tidak ikut binasa karena substansinya berbeda. Jiwa manusia disebut al-nafs al-nathiqah (jiwa yang berpikir) yang berasal dari alam Illahi sedang jasad berasal dari alam khalq yang berbentuk, berkadar, bergerak, dan berdimensi.

Jiwa manusia, menurut Al Farabi, memiliki 3 daya:

1. Daya gerak (quwwah muharrikah), berupa makan (ghadiyah, nutrition); memelihara (murabbiyah, preservation); dan berkembang biak (muwallidah, reproduction)
2. Daya mengetahui (quwwah mudrikah), berupa merasa (hassah, sensation) dan imajinasi (mutakhayyilah, imagination)
3. Daya berpikir (al-quwwah al-nathiqah, intellectual), berupa akal praktis ('aql 'amali) dan akal teoritis ('aql nazhari). 'Aql nazhari terbagi pada 3 tingkatan:

     a. al-'aql al-hayulani (akal potensial, material intellect) yang mempunyai 'potensi berpikir' dalam arti melepaskan arti-arti atau bentuk-bentuk (mahiyah) dari materinya
     b. al-'aql bi al-fi'l (akal aktual, actual intellect) yang dapat melepaskan arti-arti (mahiyah) dari materinya dan arti-arti itu telah mempunyai wujud dalam akal yang sebenarnya (aktual) bukan lagi dalam bentuk potensial
    
c. al-'aql al-mustafad (akal pemerolehan, acquired intellect) yang sudah mampu menangkap bentuk murni (pure form) tanpa terikat pada materinya karena keberadaannya (pure form) tidak pernah menempati materi. al-'aql al-mustafad bisa berkomunikasi dengan Akal X (Jibril) dan mampu menangkap pengetahuan yang dipancarkan oleh 'akal aktif' ('aql fa'al). Dan 'aql fa'al menjadi mediasi yang bisa mengangkat akal potensial naik menjadi akal aktual, juga bisa mengangkat akal aktual naik menjadi akal mustafad. Hubungan anatar 'aql al-fa'al dan 'aql mustafad ibarat mata dan matahari.


1.    Daftar Pustaka

5.       http://assholeh-nursoleh.blogspot.com/2011/03/pemikiran-al-farabi-dan-ibnu-sina.html
                                                                




Senin, 07 Mei 2012

Tulisan Ku


Motivasi


Motivasi merupakan dorongan untuk menunjukan perilaku yang berorientasi pada tugas dan bisa mencapai standar-standar yang unggul. Setiap individu maupun kelompok haruslah memiliki yang namanya motivasi. Dengan adanya motivasi, kita akan lebih semangat untuk mencapai tujuan yang kita inginkan atau kita harapkan. Terkadang kita suka jenuh dan putus asa dalam melakukan atau memperjuangkan sesuatu yang kita harapkan, motivasi inilah yang dapat menghancurkan rasa jenuh dan putus asa kita. Motivasi bisa di dapatkan dari diri sendiri maupun orang lain. Motivasi yang kita dapatkan dari orang lain merupakan suatu nasehat atau cerita dari sebuah pengalaman orang tersebut. Motivasi dari orang lain juga sangat penting karena dengan adanya dorongan dari orang lain, kita akan merasa kalau kita menjalani pekerjaan tersebut tidak sendiri, karena kita akan merasa senang karena aka ada yang memberikan kita dukungan yang baik.

Ciri-ciri motivasi:
*Self  Targeting     : Membuat target-target percapaian.
*Kompetisi             : Berani bersaing
*High Drive            : Bersemangat
*Optimis                : Tidak takut gagal

Motivasi terbagi 2 :
1.     Motivasi Agresi              : Perilaku berorientasi kepada menyerang dan
menyakiti orang lain secara kata-kata atau kontak fisik.
2.     Motivasi Aktualisasi      : Wujudkan potensi untuk jadi kenyataan.

Apa yang kalian ketahui mengenai matematika?






Matematika  adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.
Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.

 

Bidang-bidang matematika

Besaran



Pengkajian besaran dimulakan dengan bilangan, pertama bilangan asli dan bilangan bulat ("semua bilangan") dan operasi aritmetika di ruang bilangan itu, yang dipersifatkan di dalam aritmetika. Karena sistem bilangan dikembangkan lebih jauh, bilangan bulat diakui sebagai himpunan bagian dari bilangan rasional ("pecahan"). Sementara bilangan pecahan berada di dalam bilangan real, yang dipakai untuk menyajikan besaran-besaran kontinu. Bilangan real diperumum menjadi bilangan kompleks. Inilah langkah pertama dari jenjang bilangan yang beranjak menyertakan kuarternion dan oktonion.

Ruang

 

Pengkajian ruang bermula dengan geometri – khususnya, geometri euclid. Trigonometri memadukan ruang dan bilangan, dan mencakupi Teorema pitagoras yang terkenal. Pengkajian modern tentang ruang memperumum gagasan-gagasan ini untuk menyertakan geometri berdimensi lebih tinggi, geometri tak-euclid (yang berperan penting di dalam relativitas umum) dan topologi. Besaran dan ruang berperan penting di dalam geometri analitik, geometri diferensial, dan geometri aljabar. Di dalam geometri diferensial terdapat konsep-konsep buntelan serat dan kalkulus lipatan.

Struktur

Banyak objek matematika, semisal himpunan bilangan dan fungsi, memamerkan struktur bagian dalam. Sifat-sifat struktural objek-objek ini diselidiki di dalam pengkajian grup, gelanggang, lapangan dan sistem abstrak lainnya, yang mereka sendiri adalah objek juga. Ini adalah lapangan aljabar abstrak. Sebuah konsep penting di sini yakni vektor, diperumum menjadi ruang vektor, dan dikaji di dalam aljabar linear. Pengkajian vektor memadukan tiga wilayah dasar matematika: besaran, struktur, dan ruang. Kalkulus vektor memperluas lapangan itu ke dalam wilayah dasar keempat, yakni perubahan. Kalkulus tensor mengkaji kesetangkupan dan perilaku vektor yang dirotasi. Sejumlah masalah kuno tentang Kompas dan konstruksi garis lurus akhirnya terpecahkan oleh Teori galois.

Apa yang dimaksud dengan Ilmu Alamiah Dasar?

Ilmu Alamiah Dasar jika dipenggal berasal dari tiga suku kata. Ilmu artinya bagian dari ilmu pengetahuan manusia. Alamiah artinya terjadi dengan sendirinya dan dasar artinya permulaan suatu bentuk. Istilah ini berasal dari Eropa Daratan (Belanda,Jerman,Inggris,dan Amerika). Yang mana istilah ini masuk ke indonesia pada zaman yang berbeda-beda. Ilmu alamiah dapat dilihat dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas ilmu mencakup semua  pengetahuan.

Ilmu alamiah dasar adalah merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsepdasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi dalam manusia. Ilmu alamiah ataubiasa disebut dengan ilmu pengetahuan (natural science) merupakan pengetahuan yangmengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta termasuk dimuka bumi ini, sehinggaterbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prisip-prinsip dasar yang esensial saja. Bagian-bagian dari Ilmu Alamiah Dasar meliputi penciptaanmanusia yang telah diberikan akal untuk berfikir, lahirnya ilmu alamiah, keterbatasan ilmualamiah, pembagian ilmu pengetahuan dsb.

Apa keterkaitan antara matematika dan IAD dengan Psikologi ?

Kaidah ilmu alamiah dasar sangat lekat dengan ilmu psikologi yang sama-sama membahas tentang bagaimana pola kehidupan individu dan elemen-elemen didalamnya. Ilmu alamiah dasar dan ilmu psikologi sangat berkaitan satu sama lain. Dimana ada unsur yang saling menguatkan. Misalnya manusia dengan akalnya akan menciptakan suatu norma atau tindakan alamiah yang dapat dijadikan pegangan dalam berkehidupan masyarakat.
Jadi Ilmu Alamiah Dasar dengan Psikologi sangat erat kaitanya, mereka satu sama lain saling berhubungan yaitu dalam mempelajari manusia dengan akalnya.

Sumber:



Sabtu, 14 April 2012

Puisi Ku


Untaian Kata

Persahabatan itu bagaikan…
Kupu-Kupu dan sayapnya
Bunga dengan kelopaknya
Matahari dengan sinarnya

Karena persahabatan itu..
Selalu ada dikala kita sedih maupun senang
Selalu melengkapi satu dengan yang lain
Menegur dan menasihati kita di saat kita salah

Persahabatan itu…
Tidak mengenal kata putus
Dikala ada masalah
Selesaikanlah bersama-sama

Hidup itu lebih indah..
Jika memiliki sahabat
Persahabatan yang tulus
Yaitu persahabatan yang menerima apa adanya

BY: Berlia


Sabtu, 07 April 2012

Tulisan Ku


                          ~IMAJINASI~
           

Imajinasi  adalah sebuah idea atau gambaran dari seseorang secara tidak langsung melalui alam bawah sadar kita. Imajinasi dan pengetahuan adalah sesuatu yang berbeda, karena kalau pengetahuan rata-rata mereka didasari atau muncul berdasarkan sebuah logika sedangkan imajinasi, dia muncul berdasarkan kebebasan, kebebasan seseorang untuk mengekspresikan dirinya tanpa adanya batasan. Imajinasi untuk seseoarang sangatlah penting, karena dengan seseorang memiliki imajinasi maka dia akan terus mencoba untuk mengembangkan atau menemukan hal-hal yang baru dan yang namanya pembaharuan sangatlah dibutuhkan pada jaman sekarang ini. Semakin tinggi imajinasi seseorang maka akan semakin baik pula kreativitas seseorang.
Kita seringkali salah persepsi dalam memahami makna imajinasi. Dalam kenyataannya, imajinasi adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dan rasakan. Dengan imajinasi, manusia mengembangkan sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran. Ia dapat mengembangkan sesuatu dari Ciptaan Tuhan dalam pikirannya. Dengan tujuan untuk mengembangkan suatu hal yang lebih bernilai dalam bentuk benda, atau sekedar pikiran yang terlintas dalam benak. Alfan Arrasuli .(2001)
          Banyak orang yang memiliki iamajinasi yang baik, tapi karena kurangnya dorongan dari orang sekitarnya  maka imajinasinya  kurang berkembang . contohnya seseorang yang gemar menggambar, jika hobinya itu dapat dorongan dari orang sekitar maka dia bisa menjadi seorang seniman yang hebat.
Sekedar info yang saya dapatkan, terdapat suatu kata yang harus kalian pikirkan dengan baik karena mungkin nantinya dapat berguna bagi kita. Kata tersebut ialah ” jangan meremehkan imajinasi.”
Sesuatu yang dinamakan, Imajinasi bagi manusia-manusia terunggul di dunia..:

EINSTEIN
Imajinasi lebih penting dari Pengetahuan. Karena pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi merangkul seluruh dunia, mendorong perubahan, dan melahirkan kemajuan manusia. (Sekarang anda sudah tahu kenapa Einstein jadi genius).

NAPOLEON
Imagination rules the world"

SUKARNO
"(Bangsa) Jang tidak mempunjai "imagination", tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar! Tidak mempunjai keberanian - Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai "imagination", mempunjai fantasi fantasi besar, mempunjai keberanian, mempunjai kesediaan menghadapi risiko, mempunjai dinamika.

By: Berlia