Jumat, 27 September 2013

Kebutuhan dan Keinginan









Dalam filsafat, keinginan adalah suatu ketegangan menuju pertimbangan akhir yang dilakukan oleh seseorang demi mencapai kepuasan sumber kepuasan. Keinginan ini cendrung dilakukan saat sadar, kadang-kadang sadar atau ditekan. Ketika sadar, keinginan merupakan sikap mental yang menyertai representasi dari tatanan yang diharapkan, yang berisi mental yang sama. Sebagai bagian keinginan appetitive dibedakan dari kebutuhan fisiologis atau psikologis yang menyertai sebagai komponen afektif dari fisiologis atau psikologis.

Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha. Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.

Terkadang kita tidak bisa mengenali, yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Kalau yang namanya keinginan itu, sangat identik dengan yang namanya berasal dari hawa nafsu. Dan sedangkan kalau kebutuhan, memang benar kalau kita sedang memerlukannya bukan hanya sekedar dorongan untuk memilikinya semata. Sering terjadi, akibat hanya sekedar keinginan saja banyak orang yang rela melakukan apapun untuk mendapatkannya, kita ambil contoh dari yang namanya berbelanja. Orang yang berbelanja hanya sekedar untuk pamer padahal dia tidak membutuhkan barang tersebut maka tidak sedikit orang yang sampai rela berhutang dengan orang lain, karena dia terbujuk oleh hawa nafsunya untuk memiliki benda tersebut. Dan sedangkan kebutuhan, orang yang berbelanja berdasarkan kebutuhan biasanya orang tersebut telah menyusun rapih sebuah perencanaan dengan baik. Sehingga orang itu tidak menghambur-hamburkan uangnya. 

Jadi, kita sebagai manusia yang punya logika janganlah telalu menggebu-gebu dalam hal keinginan, lebih baik kita melihat mana yang kita butuh kan dan mana yang kita tidak butuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar